Wednesday, September 18, 2013

Media Decenter

Kecelakaan maut yang menewaskan sembilan orang terjadi pada hari Minggu 22 Januari 2012. Kecelakaan berlangsung, minggu siang, ketika rombongan orang yang baru kelar berolah raga di Monas, tiba-tiba ditabrak mobil yang dikendarai Apriyani Susanti. Saksi mata menuturkan, mobil yang dikendaraai perempuan bertubuh besar itu melaju kencang dari arah Monas[1].
Sopir Daihatsu Xenia hitam bernomor polisi B 2479 XI yang menabrak delapan pejalan kaki di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, berinisial AS, wanita berusia 29 tahun. Saat diperiksa, AS tak bisa memperlihatkan Surat Izin Mengemudi dan hanya memperlihatkan STNK atas nama orang lain. Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan. Saksi mata di lokasi, Suwarto (40), menduga sopir mabuk saat mengendarai kendaraan. Namun Kasat Lantas Polres Jakpus Komisaris Gimo Husodo memperkirakan penyebab kecelakaan adalah rem mobil yang tak berfungsi dengan baik[2].
Berita kecelakaan maut yang terjadi di Jakarta tersebut segera menyedot perhatian jutaan orang di seluruh Indonesia. Beragam komentar, analisa, ide, masukan, cacian dan luapan emosi lainnya memenuhi ruang maya di berbagai kanal. Lokasi kecelakaan yang terjadi di Jakarta membuat magnitude peristiwanya semakin besar. Lokasi ibu kota negara memudahkan penyebaran informasi. Dunia yang terbentang dalam jutaan kilometer jarak di darat dan laut bukanlah penghalang untuk mengetahui peristiwa terkini yang terjadi di berbagai tempat. Perkembangan teknologi di bidang komunikasi membuat penyebaran informasi semakin cepat, mudah dan menjangkau berbagai belahan dunia. Kondisi tersebut menjadi menarik untuk melihat bagaimana kekuatan determinisme teknologi dan posisi media massa yang selama ini dianggap sebagai sumber informasi yang paling banyak diakses. Tulisan ini bermaksud untuk mengkaji teori determinisme teknologi dan posisi media decenter pada kasus pemberitaan kecelakaan maut di Tugu Tani Jakarta.



[1] Diakses dari metrotvnews.com,pada  24/1/2012/09.50
[2] Diakses dari berita.liputan6.com pada 24/1/2012/10.00

No comments:

Post a Comment