Tuesday, October 15, 2013

Mari Berkurban

Setiap tahun selalu diperingati Hari Raya Idul Adha, sebuah hari yang melambangkan banyak hal. Menyadarkan manusia pentingnya berbagi dengan sesamanya. Di hari Idul Adha sesungguhnya penyembelihan kambing, sapi, kerbau, onta, domba bukanlah sebuah tujuan dari ibadah ini. Tujuan sesungguhnya adalah ketakwaan manusia terhadap Alloh SWT. dalam ketakwaan terkandung kewajiban untuk taat tanpa Pengecualian. Artinya siapapun yang sudah mendapatkan beban dari perintah ibadah maka dia tidak dapat mundur. Pengecualian tidak diberikan karena sebab kekayaan, kekuasaan atau lainnya. Pengecualian dalam ibdah hanya diberikan jika memenuhi udzur syar’i (hal-hal yang secara syariat dibenarkan untuk meninggalkan suatu ibdah). Contohnya, orang yang sedang sakit boleh tidak menjalankan puasa, namun dia harus menggantinya di hari lain atau membayar fidyah.
Idul Adha mengajarkan bahwa perintah dari Yang Maha Kuasa, harus diletakkan lebih tinggi dari apapun. Seperti halnya ketika Nabi Ibrahim AS diminta mengorbankan putranya NAbi ISmail AS. Ketaatan mereka berbuah syariat kurban. Sekaligus mengajarkan bahwa apapun yang diminta oleh Alloh SWT harus kita berikan, termasuk diri kita. Inilah makna dari berserah secara total kepada Alloh SWT. Tidak ada lagi alasan untuk menempatkan perintahNya dibawah perintah mahluk.


Mengorbankan sebagian kecil dari hartanya juga merupakan mekannisme latihan untuk membiasakan mereka berkorban. Suatu saat ketika Alloh SWT meminta yang lebih besar dari harta dan diri kita, maka kita sudah siap.

No comments:

Post a Comment